Selagi langit cerah ayo nonton gerhana bulan . . .

Selagi langit cerah ayo nonton gerhana bulan . . .

Qurban biar greget :v Selamat hari raya Idul Adha 1435 H :)

Qurban biar greget :v



Selamat hari raya Idul Adha 1435 H :)




Seorang profesor fisika membuat mesin waktu untuk menolong nyawa ayahnya Time t...

Seorang profesor fisika membuat mesin waktu untuk menolong nyawa ayahnya



Time travel (perjalanan lintas waktu) telah menimbulkan fantasi luar biasa di seluruh dunia. Sejak trilogi Back to the Future, semakin banyak orang yang percaya bahwa hal itu dapat diwujudkan. Termasuk dalam diri seorang ahli fisika dan profesor dari universitas Connecticut bernama Ronald Mallett.



Prof Mallett menciptakan mesin waktu untuk satu tujuan. Untuk mengunjungi ayahnya yang sudah tiada. Cinta terhadap ayahnya ini membuat ia bertekad untuk membengkokkan ruang dan waktu. Ia menyebutnya "Misi seumur hidup". "Saya pikir jika saya dapat membuat sebuah mesin waktu, maka saya dapat kembali ke masa lalu dan menolong nyawa ayah saya." Kata Mallett. Ayahnya meninggal pada saat ia berumur 10 tahun.



Sebelumnya, Mallett tidak pernah menceritakan rencananya untuk membuat mesin waktu kepada orang lain. Ia tidak ingin orang-orang menganggapnya gila. Walaupun sepertinya mustahil, ia tetap percaya bahwa suatu hari ia akan punya cara untuk mewujudkannya.



"Sangat rumit, tapi tidak gila", Itulah pendapat beberapa ilmuwan yang mempelajari ide Mallett. Albert Einstein pernah berteori bahwa ruang dan waktu saling berhubungan dan gravitasi dapat membengkokkan waktu sama seperti ia dapat membengkokkan ruang.



Menurut Mallett, ia akan menciptakan putaran gravitasi yang cukup kuat untuk membengkokkan ruang dan waktu. "Jika saya membengkokkan ruang dengan kekuatan yang cukup, maka waktu akan membengkok membentuk lingkaran." Lanjutnya.



Lingkaran waktu itu seperti sebuah lorong waktu. Mallett percaya ia dapat bergerak maju dan mundur lewat lingkaran itu. Dan untuk membentuk lorong waktu itu, ia akan menggunakan laser yang bersilangan.



Namun mesin waktu ini punya satu kelemahan. Bahkan walaupun mesin ini berhasil bekerja dan membuktikan kebenaran teori Mallett, Mesin ini hanya dapat membawa seseorang kembali ke masa sejak mesin ini dinyalakan. Jadi apabila mesin ini mulai dinyalakan pada tanggal 10 Juli 2009, maka seseorang tidak akan dapat kembali ke waktu sebelum tanggal tersebut. Jadi, Mallett tidak akan pernah punya kesempatan mengunjungi ayahnya yang sudah tiada. Menurut Mallett, paling tidak ini adalah sebuah langkah awal.



Mesin waktu atau time travel sendiri hingga saat ini masih dianggap sebagai fantasi belaka. Terutama dengan adanya teori "grandfather paradox". Teori ini mengatakan jika anda kembali ke masa lalu dan membunuh kakek anda, maka tentu anda akan menghilang dari dunia. Mengubah garis waktu itulah yang disebut paradox. Akibat mengubah susunan waktu, maka dunia akan terbagi kedalam milyaran kemungkinan. Kedengarannya mustahil.



Lagipula, sebagian berpendapat, apabila mesin waktu memang bisa diciptakan, seharusnya dunia ini sudah dipenuhi dengan para time traveler.



Namun seorang astronom ternama benama Dr David Whitehouse berkata bahwa dunia sains memerlukan orang seperti Mallett. "Saya tidak menganggap dia gila. Mungkin teorinya salah, mungkin dia menyimpang. Tapi bukanlah sesuatu yang memalukan bila kita salah. Mengalami kesalahan adalah langkah awal dalam penyelidikan alam semesta"



Apakah ini sebuah rekayasa dan lelucon yang terencana ? biarlah para ahli fisika yang menentukannya.

xfile-enigma.blogspot.com




Stephen Hawking: Sains Lebih Menjanjikan daripada Agama Fisikawan Stephen Hawki...

Stephen Hawking: Sains Lebih Menjanjikan daripada Agama



Fisikawan Stephen Hawking menyatakan bahwa dirinya ateis. Ia mengatakan, sains menawarkan penjelasan yang lebih masuk akal tentang asal-usul alam semesta daripada agama.



Hawking menyatakan pandangannya tersebut dalam wawancara dengan koran Spanyol, El Mundo, 21 September 2014 lalu.



"Sebelum kita mengenal sains, natural untuk percaya bahwa Tuhan mengenal alam semesta. Tapi sekarang sains menawarkan penjelasan yang lebih meyakinkan," kata Hawking.



Dalam wawancara itu, El Mundo bertanya maksud pernyataan Hawking dalam bukunya yang fenomenal, A Brief History of Time.



Dalam buku itu, Hawking menyatakan, dengan mempersatukan sains dan agama, manusia akan memahami "pikiran Tuhan". El Mundo menanyakan apa yang dimaksud dengan pikiran Tuhan.



Hawking menjawab, "Kita akan tahu pikiran Tuhan, artinya kita akan tahu apa yang Tuhan tahu. Itu kalau Tuhan ada, tapi Tuhan tidak ada. Saya ateis."



Hawking beberapa kali memberikan pernyataan yang menunjukkan bahwa dia ateis. Dia pernah mengatakan, alam semesta diatur oleh hukum pengetahuan. Tuhan mempunyai hukum, tetapi tidak akan mengintervensi kalau ada yang melanggar.



Tahun 2011, Hawking menyatakan pada The Guardian bahwa ia tak percaya surga. Baginya, surga adalah untuk orang-orang yang takut kegelapan.



Dikutip situs IBTimes, Minggu (28/9/2014), Hawking menyatakan, "Menurut saya, tidak ada aspek realitas melampaui realitas yang bisa dipahami manusia."



kompas.com




Ribuan "Nyamuk Baik" Dilepas untuk Berantas Demam Berdarah Peneliti Brasil di R...

Ribuan "Nyamuk Baik" Dilepas untuk Berantas Demam Berdarah



Peneliti Brasil di Rio de Janeiro melepas ribuan nyamuk 'baik' yang bisa menekan penyebaran demam berdarah.



Nyamuk-nyamuk 'baik' ini memiliki bakteri bernama Wolbachia yang bertindak seperti vaksin, sehingga virus demam berdarah Aedes Aegypti pada nyamuk bisa berhenti berkembang biak.



Para peneliti berharap populasi nyamuk jenis ini akan bertambah besar dan menjadi nyamuk yang dominan.



Selain di Brasil, program ini juga dilakukan di Australia, Vietnam, dan Indonesia.

Program pelepasan nyamuk 'baik' di Brasil dimulai pada tahun 2012, kata Luciano Moreira, dari lembaga penelitian Fiocruz, yang memimpin proyek.



"Tim kami melakukan kunjungan mingguan ke empat lingkungan di Rio yang menjadi sasaran. Nyamuk dianalisis setelah ditangkap dengan perangkap khusus," katanya.



Sepuluh ribu nyamuk akan dirilis setiap bulan selama empat kali dan pelepasan pertama dilakukan di Tubiacanga, di utara Rio.



Penyakit demam berdarah muncul lagi di Brasil pada 1981 setelah absen selama 20 tahun.

Dalam 30 tahun terakhir, ada tujuh juta kasus yang dilaporkan.



Brasil menjadi negara dengan kasus demam berdarah paling banyak, dengan 3,2 juta kasus dan 800 kematian pada periode 2009-2014.



kompas.com




You can do it ? :)

You can do it ? :)




Semoga tidak terjadi :'( #SaveSpongebob

Semoga tidak terjadi :'(



#SaveSpongebob